10 Perusahaan Asuransi Indonesia Di Bawah Pengawasan OJK

DOWNLOAD

10 Perusahaan Asuransi Indonesia-
Ada banyak bisnis asuransi di Indonesia yang terdaftar dan dikendalikan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Sayangnya, hanya sekitar 1,7 persen dari populasi yang dicakup oleh asuransi kesehatan.

Hal ini terjadi karena masih banyak orang yang percaya bahwa asuransi itu mahal. Namun pada kenyataannya tidak seperti itu.

10 Perusahaan Asuransi Indonesia Pengawasan OJK

Masyarakat Indonesia sebagian besar masih belum mengetahui keberadaan polis asuransi.

Di sisi lain, pengetahuan masyarakat umum tentang pentingnya asuransi di Indonesia masih sangat rendah. Sebaliknya, asuransi sangat penting di negara-negara industri dan harus dipisahkan untuk menghindari kerugian finansial yang besar. Kesalahpahaman tentang asuransi ini menyebar ke seluruh masyarakat, dengan banyak orang percaya bahwa itu adalah investasi yang tidak menguntungkan yang harus dilakukan dalam jangka waktu yang lama.

Jika kita melihat asuransi dari perspektif investasi, sebenarnya cukup kecil jika dibandingkan dengan jenis produk keuangan lainnya. Ini adalah persepsi yang salah yang perlu diluruskan terlebih dahulu.

Asuransi Bukan sebagai sarana investasi.

Musibah seperti penyakit atau kecelakaan yang mengakibatkan cacat total atau kematian bukan merupakan produk investasi; melainkan, ini adalah produk yang melindungi dari kerugian finansial. Asuransi yang dipasangkan dengan investasi merupakan pilihan yang tepat bagi orang-orang yang ingin mendapatkan manfaat asuransi sekaligus meminimalkan risiko. Jenis asuransi ini sering disebut juga dengan asuransi unit link.

BACA JUGA:   Perbedaan Asuransi Jiwa Syariah vs Konvensional, Lebih Baik Mana?

Untuk membeli asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan finansial Kalian, Kalian perlu memikirkan kembali pilihan Kalian. Masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya asuransi seiring berjalannya waktu. Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara di ring of fire yang sangat rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan kemungkinan tsunami, yang telah berulang kali melanda negara tersebut.

Dengan mengambil keuntungan dari banyak rencana asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi dengan premi yang sangat rendah, Kalian dapat bersiap untuk yang terburuk dengan sadar bahwa adanya asuransi sangat penting.

 

Bisnis asuransi Indonesia dikenal mengembangkan produk-produk inovatif.

Bisnis asuransi di Indonesia semakin inovatif dalam mengemas produknya agar dapat menjangkau lebih luas konsumen, termasuk pengemudi ojek online.

Bisa saja, misalnya, menemukan bisnis asuransi yang menawarkan polis demam berdarah dengan tarif tahunan rendah hingga Rp 50.000. Strategi ini tentu akan sangat menguntungkan, terutama di musim hujan, saat demam berdarah lebih banyak dari biasanya. Ini berarti bahwa asuransi bukan lagi sesuatu yang hanya tersedia untuk segelintir orang terpilih dan ditujukan untuk kelompok individu tertentu, tetapi tersedia bagi siapa saja yang memiliki sumber pendapatan atau sumber pendapatan di bawah upah minimum.

Hal ini patut diapresiasi sebagai langkah yang tepat untuk diambil oleh perusahaan asuransi dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya asuransi di kalangan masyarakat umum.

BACA JUGA:   15 Asuransi Mobil Terbaik Tahun 2022

OJK memiliki daftar perusahaan asuransi yang terdaftar.

Pada list berikut, Kalian akan menemukan daftar perusahaan asuransi yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan dapat Kalian gunakan sebagai pertimbangan dalam mencari asuransi terbaik dengan biaya terendah.

  • Perusahaan asuransi Allianz
  • Perusahaan asuransi Prudential
  • Perusahaan asuransi AIA Financial
  • Perusahaan asuransi AXA Mandiri
  • Perusahaan asuransi Indolife
  • Perusahaan asuransi Sequis
  • Perusahaan asuransi BNI Life
  • Perusahaan asuransi Reliance Indonesia
  • Perusahaan asuransi Sinar Mas
  • Perusahaan asuransi FWD

1. Allianz

Allianz Indonesia adalah perusahaan asuransi global yang memiliki kantor di Indonesia dan cabang di seluruh dunia. Fokus utama Allianz adalah penyediaan layanan asuransi dan manajemen aset. Perusahaan ini didirikan di Jerman pada tahun 1980 dan memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade. Allianz hadir di Indonesia sejak tahun 1981, meskipun perusahaan ini baru resmi didirikan pada tahun 1989 dengan fokus pada layanan asuransi umum, menurut perusahaan.

Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia pada tahun 2006, ketika perusahaan mencapai puncaknya. Perusahaan menyediakan layanan asuransi jiwa, kesehatan, dan pensiun. Jaringan Allianz di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia, dengan jangkauan hingga 44 kota dan 88 lokasi layanan.

Allianz memiliki jumlah konsumen yang tinggi karena memiliki jaringan distribusi yang begitu luas. Bahkan pada 2020, jumlah nasabah Allianz akan mencapai 8,3 juta, menurut perusahaan.

 

2. Prudential

Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1995 ini merupakan anggota dari Prudential PLC yang merupakan jaringan perusahaan ternama di Inggris. Karena beroperasi di bawah naungan Prudential PLC, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) tidak diragukan lagi telah memperoleh pengalaman berharga di industri asuransi.

BACA JUGA:   Asuransi Kesehatan Cigna memiliki kelebihan dan juga kekurangannya

Selain unit link yang diperkenalkan pada 2007, Prudential menawarkan polis asuransi syariah. Prudential telah melayani sekitar 2,8 juta nasabah di Indonesia selama tahun 2020, dengan total dana kelolaan lebih dari Rp 70 triliun di dalam negeri.

 

3. Perusahaan asuransi AIA Financial

AIA adalah brand yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi para penggemar Liga Premier Inggris. Hingga saat ini, perusahaan khusus ini telah memantapkan dirinya sebagai salah satu sponsor utama klub Liga Utama Inggris Tottenham Hotspur.

AIA Financial (AIA) adalah perusahaan asuransi Indonesia yang menempati peringkat sepuluh besar di tanah air. Tentu saja, sebagai perusahaan asuransi ternama di Indonesia, AIA telah terdaftar dan diawasi oleh OJK selama bertahun-tahun (Otoritas Jasa Keuangan). Produk asuransi yang ditawarkan AIA sangat beragam, dan mencakup berbagai jenis pertanggungan seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, dan dana pensiun.

4. Perusahaan asuransi AXA Mandiri

Ini adalah perusahaan patungan antara AXA Group dan PT. Bank Mandiri, dan berkantor pusat di Jakarta. Nama AXA Mandiri diambil dari nama dua korporasi yang sebelumnya membentuk joint venture.

AXA Mandiri Financial Services merupakan salah satu perusahaan asuransi yang harus diperhatikan, meskipun masih dalam tahap awal pengembangan. Yang juga perlu diperhatikan adalah fakta bahwa AXA Mandiri adalah anggota dari AXA Group, yang memiliki 105 juta konsumen di 54 negara berbeda.

5. Perusahaan asuransi Indolife

Indolife Insurance telah beroperasi sejak tahun 1991, dengan produk utama antara lain asuransi jiwa dan dana pensiun. Indolife, yang beroperasi di bawah naungan Grup Salim, berdedikasi untuk menawarkan tingkat layanan tertinggi kepada semua pelanggannya.

BACA JUGA:   Asuransi mobil Adira Syariah

Beberapa informasi latar belakang: Salim Group adalah sebuah perusahaan konglomerat Indonesia yang didirikan oleh Sudono Salim pada awal 1990-an. Selain itu, Grup Salim membawahi beberapa perusahaan besar lainnya, seperti Indofood, selain membawahi Indolife.

6. Perusahaan asuransi Sequis

PT Asuransi Jiwa Sequis Life adalah salah satu perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia, telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berbagai barang yang cukup lengkap ditawarkan oleh perusahaan asuransi, yang didirikan 37 tahun yang lalu dan menawarkan apa saja mulai dari asuransi kesehatan hingga asuransi jiwa hingga asuransi untuk karyawan.

Semarang, Surabaya, dan Medan hanyalah beberapa kota di mana perwakilan layanan pelanggan Sequis dapat ditemukan. Sequis memiliki total tujuh customer service representative yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Selain itu, Sequis memiliki lebih dari 70 kantor pemasaran yang tersebar di 28 kota di Indonesia, menurut perusahaan.

7. Perusahaan asuransi BNI Life

Perusahaan asuransi yang didirikan pada tahun 1997 sebagai anak perusahaan PT. Bank Negara Indonesia, menyediakan berbagai layanan (Persero). BNI Life Insurance (BNI Life) adalah perusahaan patungan antara PT. Bank Negara Indonesia dan Sumitomo Life Insurance Company yang berkantor pusat di Jepang.

BNI Life adalah perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia, dengan pengalaman lebih dari satu abad. Terbukti, di tengah kondisi perekonomian yang penuh tantangan di tahun 2015, BNI Life tetap mampu menembus lima besar perusahaan asuransi jiwa dalam hal premi bisnis baru.

BACA JUGA:   3 Tips Menjaga Stamina Saat Berkendara

8. Perusahaan asuransi Reliance Indonesia

Di masa lalu, jarang sekali perusahaan asuransi memberikan pertanggungan untuk mobil, terutama untuk mobil. Selain fakta bahwa sedikit orang yang memahami pentingnya asuransi kendaraan, penawaran produk mereka masih terbatas.

Menindaklanjuti identifikasi kemungkinan tersebut, Asuransi Reliance Indonesia yang berdiri sejak tahun 2002 langsung mulai mengeluarkan produk asuransi kendaraan bermotor, beserta berbagai tambahan produk asuransi umum.

PT. Asuransi Reliance Indonesia telah mengumpulkan lebih dari 500 ribu nasabah hingga saat ini melalui empat kantor cabang dan delapan kantor perwakilan yang berlokasi di seluruh Indonesia.

9. Perusahaan asuransi Sinar Mas

Asuransi Sinar Mas (ASM), yang didirikan pada tahun 1985, adalah salah satu perusahaan asuransi terkemuka di Turki, memberikan perlindungan bagi pelanggannya dari berbagai risiko kerugian.

Selain asuransi kesehatan, ASM menyediakan beragam produk asuransi kerugian, termasuk asuransi properti, asuransi transportasi, dan perlindungan kredit untuk usaha kecil dan menengah (UKM). 33 kantor cabang ASM dan 71 kantor pemasaran berlokasi strategis di seluruh Indonesia untuk membantu perusahaan dalam mempromosikan produknya.

10. Perusahaan asuransi FWD

Perusahaan FWD Life Indonesia (PT FWD Life Indonesia) didirikan pada tahun 2013 dengan nama PT FWD Life Indonesia (FWD Life). Perusahaan ini memiliki jaringan di negara-negara seperti Hong Kong, Makau, dan Singapura.
FWD Life telah menerapkan sistem online untuk memudahkan penjualan seluruh produk asuransinya. Akibatnya, mereka tidak lagi menggunakan kertas dalam bisnis asuransi mereka, yang disebut “tanpa kertas”. Untuk menyasar konsumen yang melek teknologi, PT FWD Life Indonesia menggunakan teknologi paling mutakhir.